Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara, Robi Irawan Wiratmoko, bersama jajaran DPD LIN Papua Barat Daya mendatangi Kejaksaan Negeri Sorong untuk mempertanyakan keabsahan foto penyidikan proyek puskesmas sekaligus menyerahkan laporan baru dugaan korupsi anggaran KONI Sorong Selatan.
SORONG ][ cyberpers.id— Kunjungan Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN), Robi Irawan Wiratmoko, ke Kejaksaan Negeri Sorong memunculkan dua agenda penting sekaligus: mempertanyakan keabsahan foto penyidikan dalam kasus pembangunan puskesmas yang dinilai tidak sesuai kondisi lapangan, serta menyerahkan laporan baru dugaan korupsi anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sorong Selatan.Senin, (16/3/2026)
Rombongan LIN bersama jajaran DPD LIN Papua Barat Daya mendatangi kantor kejaksaan untuk meminta klarifikasi langsung dari Kepala Seksi Intelijen terkait foto yang beredar dalam pemberitaan proses penyelidikan proyek puskesmas. Menurut Robi, dokumentasi tersebut diduga tidak mencerminkan fakta sebenarnya di lapangan.
“Foto yang beredar itu kami pertanyakan keabsahannya. Karena ketika kami cek langsung di lapangan, kondisi bangunan yang ada tidak sama dengan yang terlihat di foto,” kata Robi.
Namun upaya untuk mendapatkan penjelasan langsung dari Kasi Intel tidak membuahkan hasil. Saat rombongan LIN tiba, pejabat yang bersangkutan disebut sedang berada di bandara untuk menjemput Kepala Kejaksaan Negeri Sorong.
Situasi tersebut memunculkan kekecewaan dari pihak LIN karena agenda klarifikasi yang sudah direncanakan tidak dapat terlaksana.
“Tujuan kami jelas, ingin bertanya langsung. Tapi yang bersangkutan tidak ada di tempat dengan alasan ke bandara,” ujar Robi.
Meski demikian, agenda kedua tetap berjalan. Ketua DPD LIN Papua Barat Daya, Jackson Sambow, menyerahkan satu berkas laporan baru berisi temuan dugaan korupsi anggaran KONI Kabupaten Sorong Selatan kepada pihak Kejaksaan Negeri Sorong.
Jackson menjelaskan bahwa laporan tersebut merupakan hasil investigasi terbaru dari LIN di wilayah Papua Barat Daya yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
“Kami menyerahkan data temuan baru terkait dugaan korupsi anggaran KONI Sorong Selatan. Harapannya, kejaksaan bisa menindaklanjuti laporan ini secara serius dan transparan,” kata Jackson.
Kunjungan tersebut sekaligus mempertegas sikap LIN untuk mengawal dua isu berbeda yang kini menjadi sorotan: kejelasan proses penyelidikan proyek puskesmas yang dipertanyakan validitas dokumentasinya, serta dugaan penyelewengan anggaran KONI yang baru saja dilaporkan.
LIN menyatakan masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak intelijen kejaksaan terkait foto penyidikan yang dinilai tidak sesuai dengan fakta lapangan.
“Penegakan hukum harus berdiri di atas data yang benar. Kalau ada yang tidak sesuai fakta, publik berhak mendapatkan penjelasan,” tegas Robi. (LIN)













