Kutai Kartanegara. cyberpers.id – Dampak dari musim kemarau panjang yang memicu kekeringan hampir di seluru Indonesia mendorong jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kukar bersama masyarakat kota bangun menggelar Shalat Istisqa secara berjamaah di lapangan terbuka rt 08 Desa Kota Bangun Ulu Kecamatan Kota Bangun, Sabtu 5/9/26.

Sholat istisqa yang di gelar tersebut turut di hadiri oleh Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri M. Kes, Dandim Kukar Letkol Arm Benny Budiman S. A. P, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar S. I. K SH. MH, Camat Kota Bangun Abdul Karim S. Pd, Danramil Kota Bangun Kapten Inf Sukoco, Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusman SH, Ketua MUI Kota Bangun Ust Muh Muies, Pengasuh Ponpes Al Taqwa Ust Ahcmad Marzuki, Tokoh Masyarakat dan Agama serta Masyarakat Kota Bangun.
Kegiatan ibadah ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon diturunkannya hujan, mengingat krisis air bersih dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meningkat dalam beberapa terakhir pekan ini.
Dimana ratusan warga dari berbagai kalangan telah memadati area lapangan dengan penuh khidmat, setiap barisan saf diisi oleh tokoh masyarakat, alim ulama, unsur TNI-Polri hingga pejabat pemerintah daerah yang berdiri sejajar bersama warga.
Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Shalat Istisqa dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausyiah oleh Ust Achmad Marzuki mengajak jamaah untuk beristighfar, memohon ampunan, serta memperbanyak doa agar rahmat hujan segera turun.
Sholat Istisqa dan Do’a bersama tidak semata-mata hanya mengharapkan di turunkan hujan akan tetapi Sebagai upaya kembali kita meningkatkan Ketaqwaan dan Keimanan Kepada Allah SWT, serta mengoreksi diri dan belajar memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah di perbuat untuk dapat menjalani kehidupan bermasyarakat yg lebih berguna dan bermanfaat.
Semoga dengan sholat istisqa apa yang menjadi doa dan ikhtiar bersama ini, hujan dapat segera turun untuk mengatasi krisis air sehingga dapat menyegarkan lahan yang mengering serta mengembalikan aktivitas warga menjadi normal Kembali selain itu karhutla juga segera padam.













