Malang. www.Mellotvnews.com – 29 Oktober 2026* Tidak ada panggung mewah. Tidak ada seremonial pidato panjang. Warga RT 18 Desa Sukodono memilih cara berbeda memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Mereka tunjukkan guyub rukun. Angkat cangkul. Angkat ember. *Cor bahu jalan.*
Gerakan pengecoran bahu jalan sepanjang kurang lebih *400m x 2, lebar 70 cm, dengan kedalaman cor 15 cm* ini – Dilaksanakan swadaya penuh oleh warga RT 18 – Dalam rangka mengisi dan memaknai Hari Jadi Sumpah Pemuda 28 Oktober.
Motor penggerak utama kegiatan ini adalah *San Jewelry* – Tokoh pemuda setempat yang dikenal aktif menggerakkan kegiatan sosial – Bersama seluruh warga RT 18.
Kegiatan dipandu langsung oleh *Tokoh masyarakat, pemuda KaDus,KaDes* turut turun langsung ke lapangan – Tidak untuk membantu material, sebatas memantau Tapi ikut mencangkul, meratakan adukan, dan mengatur aliran cor.
Bahu jalan utama RT 18 Desa Sukodono Yang selama ini rusak Berlubang Berdebu saat kemarau Becek saat hujan buat sempit buat berpapasanpun sulit.
Panjang ± 400 M Lebar 70 CM Kedalaman / Tebal cor 15 CM Konstruksi kuat untuk dilalui roda dua & roda empat
Murni swadaya masyarakat RT 18 suwadaya tenaga.
San jewelry Semen, pasir, koral, konsumsi Patungan warga Ada yang sumbang semen gorong gorong/ semen
*Tanpa sepeser pun Dana Desa*
– *Tenaga:* 20 – 30 orang warga RT 18 setiap hari bergiliran, melibatkan Bapak-bapak, pemuda Karang Taruna, bahkan ibu-ibu bagian konsumsi – Kerja dari pagi sampai sore – Secara estafet
“Ini cara kami memaknai Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda itu bukan hanya upacara di lapangan. Sumpah Pemuda itu gotong royong. Satu tanah, satu bangsa, satu bahasa – Kami wujudkan dengan satu cangkul, satu adukan, satu jalan yang kuat untuk anak cucu,” ujar *San Jewelry*, motor penggerak kegiatan, di sela-sela pengecoran.
*Kades* yang turut hadir mengapresiasi:
“Warga RT 18 ini luar biasa. Guyub rukunnya masih kental. Tanpa proposal, tanpa menunggu bantuan. Begitu ada ide dari San Jewelry dan Pak RT, langsung jalan. Ini contoh nyata – Pembangunan desa tidak harus menunggu dari atas. Dari bawah, dari RT, bisa. Saya sebagai Kades hanya memandu, yang kerja adalah warga. Semangat Sumpah Pemuda yang sesungguhnya ada di sini.”
Sementara *Pak Kasun & Pak RT 18* menambahkan, pengecoran bahu jalan ini untuk keselamatan warga. Bahu jalan yang sebelumnya tanah – Sering longsor – Membuat pengguna jalan – Terutama ibu-ibu antar anak sekolah & petani bawa hasil panen – Rawan terpeleset.
“Lebar 70 cm, tebal 15 cm ini kami buat standar – Biar awet 10-15 tahun. Panjang 400m x 2 ini menghubungkan RT 18 ke jalan dusun utama. Kalau sudah dicor – Anak-anak sekolah tidak becek lagi. Ini kado untuk Sumpah Pemuda,” kata Pak RT 18.
Hingga berita ini diturunkan – Pengecoran masih berlanjut secara bertahap – Sistemnya dicor per 50 meter – Biar tidak mengganggu akses warga.
*Semangat yang bisa ditiru desa lain:*
1. Tidak perlu dana besar – Cukup kekompakan
2. Tokoh pemuda seperti San Jewelry menjadi kunci – Pemuda yang menggerakkan – Bukan hanya nongkrong
3. Kepala Dusun, Kades, RT hadir – Bukan memerintah – Tapi ikut kerja.
Mellotvnews & LIN Memberikan Apresiasi Setinggi-tingginya Kepada Warga RT 18 Desa Sukodono – Khususnya San Jewelry, Pak Kasun, Pak Kades, Pak RT 18 – Atas Gerakan Swadaya Pengecoran Bahu Jalan Dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda.
Semoga menjadi inspirasi bagi RT-RT lain se-Kecamatan Dampit kab.malang.
bersambung…
*Kontak Peliputan & Dokumentasi:*
Jurnalis
*”Mellotvnews Jawa Timur”*






