TUBAN – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Ring Road Banaran–Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, pada Senin malam (24/2/2026).
Insiden tersebut diduga kuat akibat kondisi jalan berlubang serta minimnya penerangan jalan umum.
Peristiwa ini memicu sorotan tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Tuban dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai belum melakukan pembenahan meski telah ada laporan dari masyarakat dan lembaga sosial.
Korban diketahui bernama Wahid dan istrinya, Srika, warga Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pasangan tersebut baru pulang dari kediaman kerabat di Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, dan hendak kembali ke rumah mereka di Kecamatan Montong saat kecelakaan terjadi.
Menurut informasi di lapangan, kendaraan korban diduga terperosok lubang jalan yang cukup dalam.
Kondisi jalan yang gelap akibat minimnya lampu penerangan disebut memperparah situasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Ketua DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Tuban, Mu Anton, yang kebetulan berada di sekitar lokasi saat kejadian, langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak LIN menyayangkan belum adanya tindakan konkret dari pemerintah daerah meski sebelumnya telah ada peringatan dan laporan terkait kondisi jalan tersebut. Mereka menilai, jika tidak segera dilakukan perbaikan menyeluruh, dikhawatirkan akan terus menimbulkan korban jiwa.
“Kami kembali mengingatkan Pemkab Tuban dan Pemprov Jawa Timur agar segera membenahi jalan tersebut. Jika tidak ada langkah nyata, warga sekitar berencana melakukan aksi penutupan jalan sebagai bentuk protes,” tegas perwakilan LIN.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur dan pemasangan lampu penerangan jalan guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.













